REGION VI: CENTRAL

tagline fgbmfi

Mati Untuk Berbuah

Ditulis oleh Super User on . Posted in Central Message

2015-04-02-16.08Momen terakhir sebelum Paskah, Yohanes 12:25: “Barang siapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barang siapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yg kekal” (barangsiapa mengasihi hidup sendiri sebagai kepentingan utama, ia tidak akan pernah mengalami hidup sejati, terjemahan bebas)

 Orang Orang terbahagia didunia;

Ada dua pilihan untuk hidup dimasa kini; hidup untuk mengasihi Allah atau hidup mengasihi diri sendiri. Ketika FGB MEN memilih untuk hidup mengasihi Allah, pasti akan mengasihi sesama dan diri sendiri. Sebaliknya, jika FGB MEN memilih hidup mengasihi diri sendiri, pasti akan terus mengasihi diri sendiri, tanpa bisa mengasihi Allah dan sesama.

Apa yg akan terjadi ketika seseorang mengasihi diri secara berlebihan?

Pertama, ia akan gagal melihat masalah hidupnya, karena ia sangat ingin membuat hidupnya sendiri nyaman dan tidak ada masalah. Justru ia melihat orang lain sebagai masalah.

Orang yang mencintai nyawanya, filsafat hidupnya, pilihan pilihan- nya, nama baik, kesehatan, karir dan keluarga, dengan segala ikatan miliknya, akan mengalami kesulitan “hidup sejati”, kesulitan mengikut Yesus, meninggalkan semua harta miliknya, meninggalkan semua ikatan yang menjeratnya.(kisah orang muda yang kaya dalam Matius 19:16-22)

Kedua, ia tidak akan punya relasi yang sungguh bermakna. Semua orang yg ada di lingkaran hidupnya, dengan mudah dimanipulasi hanya untuk diri sendiiri. Orang ini tidak akan rela melepaskan dunianya, yang sudah menjadi “nyawanya”, dan pada akhirnya hidup tanpa berbuah, tidak merasakan hidup sejati. Sebaliknya, memilih hidup mengasihi Allah, menjalani kebenaran kekal, yaitu hidup sejati tidaklah mudah.

Ayat 25: “Barang siapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barang siapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya utk hidup yg kekal” Tuhan itu kasih dengan memilih kita,namun Dia tidak pernah memaksa seseorang menjadi murid-Nya. Sebenarnya pilihan juga ditangan kita, dengan membayar harga untuk mengikut Dia,  untuk menjalani hidup sejati.

Bagaimana caranya? “sesunggunya jikalau biji gandum tidak jatuh kedalam tanah dan mati”, Yohanes 12:24, atau “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yg duniawi”, Kolose 3:5 atau “pergilah, juallah segala milikmu”, Matius 19:21 Artinya meninggalkan hidup sendiri, harga diri, dan menjalani hidup sejati bersama Tuhan Yesus, sehingga jiwa kita merdeka didalam Yesus, dan mampu berbuah & memenangkan banyak jiwa, be fruitful, bagaikan ranting pada pokok anggur kehidupan.

Sebagai penutup; jika kepada FGB MEN disampaikan pertanyaan; Bagaimana seandainya FGB MEN hidupnya tinggal beberapa saat lagi, apa yg akan dilakukan? Pertanyaan ini memunculkan kesadaran tentang nilai hakekat hidup,  sebuah sense of urgency. Yesus tahu sense of urgency mati untuk hidup” dengan mengibaratkan biji gandum yg jatuh ketanah & mati, sehingga menghasilkan banyak buah, supaya “Anak Manusia dimuliakan” ayat 23-24.

Bagaimana dengan hidup kita? Apa yang harus kita pilih, “mencintai hidup sendiri”, atau memilih “hidup sejati” dan menghasilkan banyak jiwa sebagai buah kehidupan,Be fruitful !

Be Strong In The Lord... Tuhan Yesus Memberkati

Salam,

Kis Yudhanto

Regional President Central